XLFM benar dan nyata adanya, memberkati anak melewati satu demi satu rintangan.
Gan En Na Mo Shi Jia Mou Ni Fo🙏
Gan En Na Mo Da Ci Da Bei Jiu Ku Jiu Nan Guang Da Ling Gan Guan Shi Yin Pu Sa Mo He Sa🙏
Gan En Shi Fang San Shi Yi Qie Zhu Fo Pu Sa Ji Long Tian Hu Fa🙏
Gan En En Shi Lu Jun Hong Tai Zhang🙏
Mohon Guan Shi Yin Pu Sa yang Maha Welas Asih memberkati, saya adalah rekan seDharma Lin yang berasal dari Malaysia, hari ini saya demi membabarkan Ajaran Buddha kepada semua makhluk, meneladani Guan Shi Yin Pu Sa menyelamatkan semua makhluk dengan seribu tangan dan seribu mata, memberikan kesaksian, mohon Guan Shi Yin Pu Sa memberkati saya, melindungi saya agar dapat mengubah pembabaran Dharma hari ini menjadi jasa kebajikan.
Jika dalam kesaksian saya ada yang tidak sesuai dengan aturan dan ajaran Dharma, mohon Na Mo Shi Jia Mou Ni Fo berwelas asih memaafkan, mohon Na Mo Guan Shi Yin Pu Sa berwelas asih memaafkan, mohon Buddha dan Bodhisattva sekalian, juga Naga Langit Pelindung Dharma berwelas asih memaafkan, mohon rekan seDharma sekalian memberikan masukan dan mengoreksi! Karma saya akan saya pikul sendiri, tidak membiarkan rekan seDharma yang mendengarkan atau membaca memikul.
Anak kedua di keluarga saya memiliki tipikal penyakit Kawasaki, dan anak ketiga menderita penyakit Kawasaki. Pada tahun 2016 karma buruk anak ketiga saya meledak, demam tinggi dan tidak bisa reda, indikator kesehatan semuanya melewati batas, beberapa kali lipat dari orang normal. Dalam ruang emergensi, setelah diinfus, anak perempuan mulai mengeluhkan kakinya sangat sakit, perlahan-lahan kaki menjadi mati rasa, lalu berwarna ungu, kemudian berlanjut sampai ke bibir. Waktu itu dia sangat menderita, dan memerlukan bantuan oksigen, detak jantungnya meningkat. Dokter melihat kondisinya berbahaya, dan hanya bisa terus melakukan infus selama 33 jam, tapi ini juga tidak bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Selama masa observasi di ruang ICU, anak perempuan sendinya membengkak, kaki dan tangan tidak dapat ditekuk. Selama waktu itu, anak perempuan mengalami radang kelenjar limpa di lehe, radang sendi, jantung dan paru paru semuanya dipenuhi cairan. Dalam masa itu, penyakit anak perempuan datang dan pergi, habis-habisan mengalami siksaan penyakit, tapi saya sangat percaya bahwa Bodhisattva pasti akan memberkati anak perempuan melewati rintangan. Ketika anak perempuan menderita, saya menyemangatinya dengan adanya Bodvisattva, semuanya akan berlalu. Saya juga terus menggunakan Tiga Pusaka Besar Dharma XLFM untuk membantu anak perempuan, berharap Bodhisattva berwelas asih memberkati, agar anak perempuan secepatnya pulih. Guan Shi Yin Pu Sa berwelas asih, mendengarkan suara permohonan saya, dalam masa-masa darurat, anak perempuan setiap rintangan menderita, setiap rintangan terlewati. Jika tidak ada Bodhisattva, kami Ibu dan anak sungguh tidak tahu bagaimana melewati hari-hari di mana Iblis menghantui diri yang tidak terlupakan ini. Selama itu anak perempuan juga bermimpi Guan Shi Yin Pu Sa berjubah putih mengatakan kepadanya untuk melafalkan paritta dengan sungguh-sungguh, maka dia akan membaik. Mengenang kembali hari-hari tersebut, anak perempuan yang mengalami siksaan penyakit, demi menghibur hati saya yang kacau, saat dia penyakitnya kambuh selalu menangis dengan membelakangi saya, saya sebagai Ibu bagaimana tidak mengetahui rasa bakti dan kebaikan hatinya? Tapi begitu tidak berdayanya lah kehidupan manusia, ini merupakan karma bersama keluarga!
Kedua anak saya, anak kedua dan ketiga, dari awal setiap tahunnya harus melakukan EKG jantung, lalu selanjutnya tiap 2 tahun, lalu kemudian tiap 3 tahun. Setiap hasil pemeriksaan selalu tidak ada perkembangan apapun, masih harus rutin melakukan EKG jantung.
Pada suatu tengah malam di tahun 2019, saya menemukan anak ketiga menangis tersedu-sedu, berjongkok di sebelah tong sampah di samping meja rias, ternyata anak perempuan menangis karena sakit gigi, karena tidak ingin membangunkan orang tua, maka sendirian menahan sakit, dia yang pengertian selain membuat saya sayang, juga merasakan umur yang masih kecil sudah merasakan siksaan penyakit yang bertubi-tubi, saya hanya bisa menghibur diri sendiri bahwa anak perempuan sedang mengikis karma buruk, sebenarnya sakit di hati hanya Bodhisattva lah yang bisa mengerti, apa daya Bodhisattva tidak menggerakkan hukum sebab akibat, untuk menyelesaikan masalah haruslah orang yang menyebabkan masalah tersebut yang menyelesaikannya sendiri.
Di saat anak mengeluh sakit gigi, saya tidak sengaja teringat setiap kali melakukan pemeriksaan, dokter selalu berpesan jika anak perlu mencabut gigi, maka harus memberitahu dokter kondisi penyakit sang anak dan menyerahkan laporan pengobatan untuk dilihat sang dokter. Sang anak harus makan sejenis obat berdasarkan usia dan berat badan waktu itu, baru boleh menjalani proses cabut gigi. Karena saat proses cabut gigi bisa banyak mengeluarkan darah, dapat menyebabkan penyakit jantung kumat, juga dapat timbul gejala pembuluh darah membengkak, yang paling sering terjadi adalah pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah dan otot jantung membengkak, mengakibatkan bakteri menyerang, masuk dan memicu penyakit jantung. Berdasarkan dokter utama, banyak sekali orang yang mengabaikan masalah ini, juga tidak memperhatikannya, sebenarnya tingkat kerusakan jantung tidak boleh diabaikan, mungkin saat dia sedang melakukan olahraga ekstrim bisa kejang dan mati mendadak. Memikirkan ini saya khawatir semalaman.
Keesokan harinya saya bergegas menghubungi rumah sakit, kebetulan dokter utama cuti selama 2 minggu. Saya konsultasi dengan beberapa dokter gigi, mereka sama sekali tidak ada gambaran mengenai penyakit ini. Saya benar-benar tidak bisa mempertaruhkan nyawa anak perempuan saya. Anak saya setiap hari merasakan penderitaan sakit gigi, dia sebisa mungkin tidak membuat kita melihat penderitaannya. Tapi bagaimanapun dia hanyalah seorang anak berusia 7 tahun, mana bisa membohongi orang dewasa? Kita sebagai orang tua, melihat dengan mata, tapi tidak dapat menggantikan penderitaan sang anak, hanya bisa mengubur jauh-jauh perasaan sakit di dalam hati, takut akan menyakiti kebaikan hati sang anak.
Menunggu lamanya 2 minggu, setelah dokter pulang liburan, kita baru membawa anak pergi cabut gigi. Dokter gigi terlebih dulu meminta anak meminum semacam obat, lalu baru menyuntikkan anastesi, setelah menyuntikkan anastesi baru mencabut giginya. Setelah mencabut gigi, dokter gigi berulang kali berpesan, setelah pulang harus memberikan satu butir obat untuk diminum olehnya, lalu memantaunya selama 24 jam, jika ada yang tidak beres maka langsung kembali ke rumah sakit. Mendengar pesan dari dokter seperti itu, hati saya sudah panik.
Saya bangun tengah malam, mengelus anak beberapa kali, tidak demam lalu lanjut tidur. Ketika menjelang jam 5, 6 pagi, saya pelan-pelan memanggil anak beberapa kali, anak tidak bereaksi, oleh karena itu saya segera bangkit untuk duduk dan menepuk pipi anak beberapa kali, di bawah remang-remang lampu, saya menyadari bibir anak perempuan sepertinya tidak wajar, mengapa berwarna ungu kehitaman? Saya segera membuka lampu dan melihat, menemukan situasi tidak benar! Mengapa seluruh bibirnya berubah menjadi warna begini, takut jika menepuk pipi anak perempuan juga tidak ada reaksi, saya mengumpulkan keberanian terbesar, melacak suara nafas anak perempuan! Masih ada nafas, tidak apa-apa! Anak perempuan hanya terlalu lelah ketiduran, ternyata lukanya keluar darah semalaman, baru bisa ada momen yang begitu mengerikan tersebut. Waktu itu saya sudah kaget sampai roh keluar dari tubuh! Tiba-tiba teringat momen ketika dia mendapatkan pertolongan darurat di ruang emergensi saat berusia 4 tahun, saya menarik nafas yang dalam, mungkin bekas waktu itu terlalu dalam. Terima kasih Bodhisattva berwelas asih memberkati anak perempuan melewati masa observasi dengan aman dan selamat.
Pada Festival Makanan Vegetarian Penang tahun 2023, anak ketiga tidak sengaja menyayat jarinya hingga luka, mencoba banyak cara tetap tidak bisa menghentikan darahnya. Seorang rekan seDharma dari Singapura mencarikan sepotong es agar dia merendam tangannya di dalam air es, setelah setengah jam baru pelan-pelan berhenti darahnya. Melihat ember es penuh dengan darah anak perempuan, membuat saya lebih waspada, sebisa mungkin tidak membiarkan anak perempuan menyentuh benda tajam.
Pada Juli tahun 2023, anak ketiga mulai melafalkan XFZ untuk mengikis karma buruk dan membayar hutang karma, ketika ada kesempatan, maka akan pergi menjadi relawan. Saya berterima kasih atas pembagian dari rekan-rekan seDharma, membiarkan dia sering membaca BHFF dalam grup Gong Xiu. Terkadang dia juga bisa membantu membuat video Gong Xiu BHFF. Selain itu, anak ketiga juga aktif berpartisipasi dalam pertunjukkan Xiao Fo Zi (Buddha Kecil) di GYT. Terima kasih rekan-rekan seDharma dari Gong Xiu Hui, membiarkan kita memiliki kesempatan menjadi relawan, mengumpulkan jasa kebajikan, membayar hutang karma dan mengikis karma buruk!
Pada 29 Mei 2024, saya seperti tahun-tahun sebelumnya membawa anak ketiga melakukan pemeriksaan ulang, ketika dokter melakukan EKG jantung, saya dari layar komputer sekilas melihat bayangan Guan Shi Yin Pu Sa di atas jantung anak perempuan saya. Selesai pemeriksaan, dokter berbalik arah, mengatakan kepada saya, jantung semuanya normal, tidak ada jejak bocor lagi; lima tahun kemudian kembali melakukan pemeriksaan, jika tidak ada hal yang tidak diinginkan maka setiap sepuluh tahun sekali melakukan pemeriksaan ulang. Dia sudah boleh seperti orang normal. Saya seketika tidak sadar, bertanya sekali lagi, apakah benar? Anak perempuan benar-benar sudah sembuh? Yang dikatakan kali ini bukanlah peringatan tapi hasil yang sudah ditunggu sejak lama! Akhirnya hari yang kami tunggu telah tiba, terima kasih Bodhisattva berwelas asih memberkati, sejak itu membuat anak perempuan saya bisa memiliki tubuh yang sehat. Sejak anak perempuan sakit dari tahun 2016 sampai sekarang, sudah 8 tahun, waktu 8 tahun yang panjang ini, kami berpegang teguh pada hati Buddha, kami tahu belajar Ajaran Buddha bukanlah setelah manjur baru belajar, tapi setelah konsisten belajar Ajaran Buddha baru akan manjur. Kami menggunakan Lima Pusaka Besar Dharma XLFM: melafalkan paritta、berikrar, melepaskan makhluk hidup, BHFF dan pertobatan besar, pada akhirnya mendapatkan musim semi yang diharapkan.
Saya mengatakan kepada anak perempuan saya harus melafalkan paritta dengan baik, melakukan segala kebajikan, demi membalas budi baik Buddha, tidak boleh mengecewakan Bodhisattva. Saya percaya manusia memiliki ketulusan hati, maka Buddha akan memberikan jawaban; di berbagai tempat memohon di berbagai tempat mendapatkan jawaban, setelah memohon bukan berarti tidak manjur, hanya saja waktunya belum tiba! Asalkan kita diam-diam menggarap lahan, pasti akan berhasil suatu harinya! Ingat Master pernah mengatakan memasak satu teko air juga butuh waktu, maka air baru bisa mendidih!
Pada masa akhir Dharma, XLFM merupakan pintu Dharma praktis, yang paling cepat, paling manjur dan paling terlihat hasilnya dalam mengikis karma buruk. Semoga semua makhluk yang berjodoh yang mendengarkan kesaksian saya, jangan ragu lagi, cepat ambil buku paritta untuk melafalkan paritta dan membayar hutang karma, untuk menghindari siksaan kehidupan.
Beribu-ribu kata, saya selain berterima kasih, hanyalah berterima kasih. Gan En Guan Shi Yin Pu Sa berwelas asih menyelamatkan semua makhluk yang menderita, terima kasih Master yang budiman dan Ayah yang welas asih yang membawa pintu Dharma yang begitu bagus ke Alam Manusia.
Sekarang Master telah ber-parinibbana, telah mencapai kesempurnaan Ajaran Buddha, tapi Lima Pusaka Besar Dharma yang diajarkan Master tetap ada, asalkan kita berkeyakinan benar, berjalan sesuai dengan Dharma, maka kehidupan kita pasti akan semakin membaik. Kesaksian saya sampai di sini saja, terima kasih semuanya.
Gan En Na Mo Shi Jia Mou Ni Fo🙏
Gan En Na Mo Da Ci Da Bei Jiu Ku Jiu Nan Guang Da Ling Gan Guan Shi Yin Pu Sa🙏
Gan En Shi Fang San Shi Yi Qie Zhu Fo Pu Sa Ji Long Tian Hu Fa🙏
Gan En En Shi Lu Jun Hong Tai Zhang🙏
Gan En Shi Xiong Men🙏

