Wenda20160925A 06:41
Menjadi Orang Tua Harus Mendidik Anak dengan Baik; Anak yang Diminta Banyak yang Datang Menagih Hutang 为人父母要好好教育孩子;求来的孩子讨债的多
Penelepon Wanita: Shifu, halo! Mohon Shifu memberikan pencerahan kepada saya, masalah belajar anak saya sekarang benar-benar membuat saya sangat khawatir. Waktu saya setiap hari habis untuk dia, dan meskipun saya mengajarinya, dia sama sekali tidak bisa menyerap, satu huruf pun tidak mau ditulis. Apa yang harus saya lakukan?
Master menjawab: Anak dan cucu memiliki keberuntungan mereka sendiri, lakukanlah usaha terbaikmu.
Penelepon Wanita: Masalahnya sekarang adalah semua orang di rumah termasuk guru memperhatikan saya, karena ayahnya tidak peduli, orang lain juga tidak peduli, sekarang hanya saya yang mengurus. Setelah saya pulang kerja, dia tidak menulis satu huruf pun, menunggu saya pulang untuk menulis, lalu saya ajari cara menulis; tetapi saat ujian, dia tetap menyerahkan kertas kosong, terus melamun. Kemudian guru menyarankan saya membawanya untuk diperiksa, hasilnya adalah ADHD, tetapi IQ-nya bagus. Jadi saya terus membacakan “Xiao Fang Zi” untuknya, saya terus memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa, berharap dia bisa belajar dan menulis seperti anak normal, agar saya bisa tenang dalam membaca paritta. Tapi sekarang dia tidak mau mendengarkan, bahkan membantah.
Master menjawab: Tidak semudah itu, anak-anak seperti ini memiliki karma buruk, dan ada makhluk halus di tubuhnya. Apakah kamu pernah melakukan aborsi?
Penelepon Wanita: Saya tahu ada arwah asing di tubuhnya, tapi saya sedang membacakan untuknya. Shifu, bisakah Anda berbicara dua kata dengannya, agar dia bisa mendengarkan Shifu… dia sangat menyukai Shifu, dia mendengarkan kata-kata Shifu.
Master menjawab: Tidak ada gunanya, kamu harus benar-benar membaca dengan baik.
(Kepada anak laki-laki pendengar wanita)
Kakek Lu akan berbicara dua kata denganmu.
Anak Laki-laki: Kakek Lu, halo!
Master menjawab: Halo, dengarkan baik-baik ya! Kalau kamu tidak mengerjakan PR, hasil ujianmu jelek, teman-teman akan meremehkanmu, benar kan?
Anak Laki-laki: Kadang-kadang saya tidak bisa menulis dengan baik.
Master menjawab: “Tidak bisa menulis dengan baik”, kamu harus sering-sering berpikir. Kadang-kadang pikirkan Bodhisattva.
Anak Laki-laki: Ayah sebelumnya pergi ke negara lain untuk bermain, hanya ada nenek dan ibu di rumah, hanya saya dan ibu, nenek di rumah…
Master menjawab: Jadi kamu hanya bisa belajar saat banyak orang, kalau sedikit orang kamu tidak mau belajar, benar?
Anak Laki-laki: Bukan, kadang-kadang saya tidak bisa menulis huruf-huruf itu.
Master menjawab: Saat ibu dan nenek ada, kamu harus banyak menulis sendiri, catat, tunggu mereka tidak ada…
Anak Laki-laki: Tapi nenek tidak pernah peduli.
Master menjawab: Oh, jadi saat ibu ada di rumah pada hari Minggu, seperti hari ini, minta ibu mengajarimu lebih banyak. Kamu anak baik, terus-menerus mengandalkan orang lain tidak mudah, harus mengandalkan diri sendiri untuk belajar dan menulis dengan baik, benar?
Anak Laki-laki: Benar.
Master menjawab: Kamu harus patuh, belajar dengan baik, minta ibu membelikan cokelat untukmu, bagaimana?
Anak Laki-laki: Baik.
Master menjawab: Kamu anak baik.
Penelepon Wanita: Kamu tidak mau melafalkan paritta, ibu menyuruhmu melafalkan tapi kamu tidak mau.
Master menjawab: Berbicaralah dengan baik, kalian para ibu ini bagaimana bisa tidak tahu cara berbicara?! Saya sedang mendidiknya, kamu di samping malah mengganggu.
Penelepon Wanita: Maaf, maaf.
Master menjawab: Kalian ini benar-benar kacau, kalian benar-benar… Kepada anak harus dididik seperti anak-anak. Kalau kamu terus-menerus memarahinya, apakah dia akan mendengarkanmu?
Penelepon Wanita: Maaf.
Master menjawab: Bagaimana bisa tidak punya kesopanan seperti ini?
Anak Laki-laki: Kakek, hari ini ibu baru saja mencekik leher saya, hampir membuat saya mati dicekik.
Master menjawab: Lihat?
Anak Laki-laki: Dia juga berkata, dia bahkan ingin mencekik saya sampai mati.
Master menjawab: Kamu lihat? Kamu harus patuh, ibu yang sebesar itu biar Kakek Lu yang mendidiknya, bagaimana?
Anak Laki-laki: Hmm, hanya saja ibu kadang-kadang sering berbicara tentang saya.
Master menjawab: Saya tahu, kamu suruh ibumu mendengarkan telepon, Kakek Lu akan mendidiknya.
Penelepon Wanita: Shifu, halo.
Master menjawab: Hei, kamu sebenarnya… apa tingkat pendidikanmu? Bagaimana kamu bahkan tidak bisa mendidik anak?
Penelepon Wanita: Benar, saya tidak bisa mendidik, maaf.
Master menjawab: Kalau tidak bisa mendidik, belajarlah dengan baik! Kalau tidak bisa mendidik, kamu malah bertindak sembarangan? Kamu yang melahirkan, jadi kamu punya tanggung jawab.
Penelepon Wanita: Saya tahu.
Master menjawab: Kamu tidak bisa sering mengatakan “mencekik dia”, seperti itu, kalau ada roh jahat masuk ke tubuhmu, kamu benar-benar mencekiknya sampai mati, kamu akan masuk penjara.
Penelepon Wanita: Ya, saya takut, jadi saya khawatir. Karena setelah masuk ke rumah ini, saya kadang-kadang tidak bisa mengendalikan emosi saya.
Master menjawab: Gila! “Tidak bisa mengendalikan”, apa artinya tidak bisa mengendalikan? Babi? Anjing? Tidak bisa mengendalikan sampai buang air besar dan kecil di jalan?! Kamu manusia, manusia harus bisa mengendalikan diri!
Penelepon Wanita: Saya tahu.
Master menjawab: Kalau tidak bisa mengendalikan, cuci muka dengan air dingin. “Tidak bisa mengendalikan”, kamu masih punya nafsu, kamu tidak bisa mengendalikan sampai mencari pria di jalan?! Bagaimana bisa tidak punya harga diri seperti ini! Anak kecil tidak mengerti, kamu mendidiknya seperti ini?!
Penelepon Wanita: Ya, saya tahu saya salah.
Master menjawab: Kamu mencekiknya saja, kamu siap masuk penjara, bagaimana bisa tidak punya harga diri seperti ini! Setiap hari memarahinya, apakah itu ada manfaatnya? Apakah ada kemajuan? Kalau tidak ada kemajuan, lebih baik kamu dengan sabar, perlahan-lahan… ubah temperamenmu!
Penelepon Wanita: Hmm.
Master menjawab: Bagaimana bisa tidak punya harga diri seperti ini! Kalau tidak bisa mendidik anak, kamu seperti itu? Kamu seperti guru yang menampar anak kecil, sekarang sudah ditangkap, kamu tahu?
Penelepon Wanita: Hmm, saya tahu.
Master menjawab: Kacau sekali kalian ini, benar-benar! Kalau sudah melahirkan, untuk apa? Kalau sudah melahirkan ya didiklah dengan baik.
Penelepon wanita: Saya tahu saya salah, Master
Master menjawab: Kalau punya kemampuan, jangan melahirkan! Sudah melahirkan tapi tidak mendidik dengan baik? Benar-benar, kalian para orangtua ini—anak tidak baik itu pasti ada hubungannya dengan kalian. Sendiri di sini bertengkar dengan suami, di sana bertengkar dengan siapa lagi, terus bertengkar… Anak seperti ini, masih bertengkar juga dengan anak.
Kalian ini seperti datang dari alam Asura, benar-benar—sepanjang hari bertarung, bertarung terus—senang begitu?
Penelepon wanita: Maaf, Master
Master menjawab: Bersabarlah sedikit, kendalikan kebiasaan buruk diri sendiri, kendalikan emosi. Apa yang paling sulit diperoleh dalam hidup? Yaitu ketenangan.
Yang paling bodoh itu apa? Tidak tenang.
Kalau tidak tenang, akan melakukan banyak hal yang buruk, dan membuatmu menyesal.
Saya beri tahu kamu, agar tidak banyak penyesalan, saat melakukan sesuatu harus lebih tenang. Katanya praktisi Buddhis, tapi tidak bisa menahan diri? Kalau tidak bisa menahan diri, silakan saja kamu berbuat kacau sendiri!
Penelepon wanita: Sekarang setiap kali sampai di rumah, dia langsung menumpuk banyak PR menunggu saya mengajarinya. Tapi dia tidak mau menulis dengan baik, menulisnya lambat. Lalu saya tidak punya waktu, tidak sempat melafalkan Xiao Fang Zhi, jadi saya jadi panik, kadang kalau sudah panik, saya jadi marah.
Master menjawab: Kamu panik? Xiao Fang Zhi kamu lafalkan di luar rumah, sebelum atau sesudah kerja. Kalau sudah di rumah, ajari dia dengan baik—tidak ada cara lain. Beri dia waktu satu jam atau satu setengah jam, setelah itu biarkan dia kerjakan sendiri, tidak ada cara lain.
Anak ini ada arwah asing di tubuhnya, tidak bisa dihindari. Hutang kehidupan lampau kamu, tidak kamu bayar di kehidupan ini?
Kalian ini bercanda ya? Hanya tahu menderita saat buah muncul, kenapa tidak cari tahu kesalahan pada sebabnya?
Penelepon wanita: Saya tahu saya salah, Master
Master menjawab: Dulu setiap hari bertengkar dengan suami, sekarang suami sudah tidak ada, bertengkar lagi dengan anak. Menurut saya kamu ini benar-benar berasal dari alam Asura.
Benar-benar harus berusaha, ubah kebiasaan burukmu. Seorang wanita segelisah seperti itu, kamu bilang seperti apa penampilannya? Lebih sabar sedikit. (Hmm)
Anak itu kamu yang lahirkan, sudah melahirkan ya didiklah dengan baik. Siapa suruh kamu melahirkan? Siapa suruh kamu berbuat dosa? Kalau sudah berbuat dosa, ya terimalah penderitaannya.
Penelepon wanita: Ya
Master menjawab: Orang lain tidak punya anak, maka tidak perlu menanggung penderitaan ini. Kalau kamu sudah melahirkan, ya terimalah dan hadapilah dengan baik, mau bagaimana lagi? Kalau sudah melahirkan, didiklah dengan baik.
Penelepon wanita: Benar. Anak ini ke depannya seharusnya juga bisa membaik, kan?
Master menjawab: Pasti bisa. Kalau kamu terus melafalkan (paritta) seperti ini, anak itu pikirannya nanti malah lebih jernih dari kamu. Tapi ucapanmu seperti “Mama mau cekik aku”, kalau nanti terdengar oleh polisi, kamu bisa dituntut, tahu tidak?
Jangan bicara sembarangan. Kamu tinggal di negara hukum, kamu harus tahu bahwa semua hal diatur hukum, tidak boleh asal bicara.
Kalau anak kecil itu pergi membuat laporan, selama dia sudah di atas usia tertentu, dan mengatakan “Mama sering bilang mau mencekik aku”, maka itu bisa dikategorikan percobaan pembunuhan berencana. Kamu bisa dihukum penjara sampai 25 tahun, kamu masuk penjara, dan anak itu akan dikirim ke panti asuhan untuk diadopsi orang lain.
Jangan sembarangan bicara, jangan sembarangan berbuat. Jadi manusia itu harus sungguh-sungguh berusaha.
Penelepon wanita: Hmm, saya tahu saya salah
Master menjawab: Waktu menikah senang sekali, lalu punya anak, setelah lahir malah tidak mau mengurus.
Penelepon wanita: Master, anak ini saya mohon datang, dianugerahkan oleh Guan Shi Yin Pu Sa.
Master menjawab: Sudahlah, anak yang kamu mohon itu, kamu masih tidak tahu? Dulu waktu memohon dalam kondisi hati seperti apa? Sekarang setelah lahir malah merasa terganggu.
Saya sudah berkali-kali bilang jangan memohon (anak), karena yang dimohon datang semuanya adalah penagih hutang karma. Karena jalinan jodoh baiknya sudah tidak ada, maka dia tidak akan masuk ke rahimmu. Kalau kamu tetap memohon, maka hanya bisa ‘dipilihkan’ dari tempat yang sangat rendah, kamu sendiri pun harus… Kalian yang seperti ini, membuat Bodhisattva sampai pusing melihat kalian.
Waktu belum punya anak, bilangnya: “Saya bagaimana ya…” Saya sudah bilang ke begitu banyak orang: “Anak yang kamu minta itu tidak membawa keberuntungan, nanti hanya akan menagih hutang karma.” Tapi kamu jawab: “Tidak apa-apa, Master, saya rela.”
Nah, sekarang sudah lahir untuk menagih hutang, kamu malah bilang mau “cekik dia”, menurut saya kalian ini benar-benar tidak punya kebijaksanaan. Sungguh-sungguhlah melafalkan paritta.
Penelepon wanita: Saya tahu saya salah, Master
Master menjawab: Terhadap anak seperti ini, tidak ada cara lain. Itu adalah hutang kamu, bayarilah dengan baik.
Penelepon wanita: Baik, saya mengerti, terima kasih Master. Saya juga berusaha mengubah temperamen saya. Hanya saja suasana di rumah ini kurang baik, begitu masuk rumah mudah sekali marah. Kadang sebelum masuk saya sudah mohon welas asih Bodhisattva agar saya bisa masuk rumah tanpa marah-marah.
Master menjawab: Kalau suasana rumah buruk, belilah pot bunga yang bagus, letakkan di ruang tengah rumah, sering-sering pandang bunganya. Suasana hati kamu akan membaik, dan energi di rumah pun akan membaik juga.
Penelepon wanita: Baik, terima kasih Master
Wenda20160925A 06:41
为人父母要好好教育孩子;求来的孩子讨债的多
女听众:师父您好!请师父给我开示一下,现在这个孩子的读书问题实在是太 让我烦恼了。我每天的时间都被他耗掉了,而且教他他又一点点都学不进,一个字都不肯写,叫我怎么办啊?
台长答:儿孙自有儿孙福,尽自己的努力吧(而且现在问题是家里人包括老师 都盯着我,因为他爸爸不管,其他人也不管,现在只有我在管。我工作下班了回来,他一个字都不写,要等我回来再写, 再教他怎么写;但是他考试的时候还是全部交白卷,一直在发呆。后来老师要求我带他去检查,检查出来是多动症,但是 他智商是好的。所以我小房子也一直在给他念,我一直求观世音菩萨,希望让他能够像正常孩子一样读书、写字,让我能 够安心念佛。但是现在讲他又不听,还还嘴)没那么简单的,这些孩子都有业障的,而且身上有灵性。你自己打胎过孩子 没有?(身上有灵性我知道,但是我在给他念。师父,能不能跟他讲两句话,让他能够听师父……他很喜欢师父,他听师 父的话的)没用的,你主要自己要好好念的(卢爷爷跟你讲两句话)[女听众的儿 子](卢爷爷好!)你好,听话一点啊!你说你要是不做功课,考试考不好,小朋友看不起你,对不对?(就是有时候我 不大会写)“不大会写”,要经常动脑筋的啊。有时候想想菩萨(嗯。就是爸爸之前又去别的国家玩了,只有阿娘在家、 妈妈在家,只有我和妈妈、阿娘在家……)那你是因为人多了才能读书,人少了就不愿意读书,对不对啊?(不是,就是 因为我有时候就不大会写那些字)妈妈、阿娘在的时候你就自己多多地写,记下来,等他们不在的时候……(可是阿娘一 向都不管的)哦,那你只能妈妈在的时候星期天,像今天,多叫妈妈教你一点。你是好孩子,一直靠别人不容易的,要靠 自己好好读书写字,对不对啊?(对)你乖一点,好好读书,叫妈妈买巧克力给你吃,好吗?(好)你是个好孩子[女听众](你都不肯念经的,妈妈叫你念都不肯念)你好好地讲话,你们这些妈妈怎么话 都不会讲的了?!我在教育他,你在边上扯什么?(对不起对不起)你们这是瞎搞了,你们简直……对孩子要像孩子一样 教育他的。你这么天天骂他,他会听你话的?(对不起)怎么这么没有修养的?[女听众儿子](爷爷,今天妈妈刚刚掐着我的脖子,差点把我掐死)看见了吗?(她还说,想掐死我的心都有了)你看见 了吧。你乖一点,妈妈这么大的人由卢爷爷来教育她,好不好?(嗯,就是妈妈有时候经常在说我)我知道了,你叫你妈 妈听电话,卢爷爷教育她[女听众](师父好)哎,你到底是不是……你什么学历? 你怎么连孩子都不会教育?(对的,我是教育不来,对不起)教育不来好好学!你教育不来就乱来?你养出来就有责任( 知道)你不能经常嘴巴里说“掐死他”的,这样子,鬼一上你身,你真的把他掐死了,你就进监狱了(是的,我就怕,所 以我就担心。因为进到这个家以后,我有的时候就控制不住自己的情绪)神经啊!“控制不住”,什么叫控制不住?猪啊 ?狗啊?控制不住到马路上随便大小便?!你是人,人就要控制自己!(知道)控制不住就给我洗把脸去,用冷水去洗把 脸。“控制不住”了,你还有欲望呢,你控制不住到马路上随便去找个男人?!怎么这么没出息的!小孩子他搞不清楚, 你就这么教育的?!(是,我知道错了)你把他掐死好了,你准备进监狱好了,怎么这么没出息的!天天讲他、骂他,对 他有什么好处?有进步吗?没有进步的话,你还不如好好地、慢慢地……自己改脾气啊!(嗯)怎么这么没出息的!教育 孩子教育不好,你就这样?你像那个老师一样上次那个老师打小孩子的耳光,现在被抓进去了,你知道吗?(嗯,知道了 )瞎搞了,你们真的是!你养出来干吗的?养出来你就好好教育(我知道错了,师父)有本事你不要养,养出来不好好教 育的?真的,你们这些做家长的,孩子不好都是跟你们有关系的。自己这里跟老公吵,那里跟谁吵,吵得……孩子这样, 跟孩子吵。你们阿修罗来的了,真的是,整天斗,斗来斗去开心啊?(对不起,师父)好好的耐心一点,克制好自己的毛 病,克制好脾气。人生最难得的就是什么?就是冷静;最愚痴的是什么?不冷静。不冷静就做出很多不好的事情,让你后 悔。我告诉你,少后悔的事情就是在做的时候要冷静一点。还学佛人呢,克制不住?克制不住你自己去乱来好了(现在一 到家里,他就一大堆作业等着我来教他写,他又不好好写,写得又慢。然后又没有时间,赶不上念小房子,所以我就会很 急,有时候一急就发脾气了)你急,你小房子在外面念,上班之前、下班之前念,回到家里就好好教教他,没办法的。给 他一个小时或者一个半小时,其他时间你就让他自己做了,没办法了。这孩子身上有灵性,没有办法的,你上辈子的债你 这辈子不还?你们这些人开什么玩笑?就知道果来了烦,怎么不在因上找找毛病?(知道错了,师父)自己跟老公天天吵 架,现在老公没了,跟孩子再吵架,我看你简直就是阿修罗道来的。真的,好好努力,改毛病了。一个女人急得这个样, 你说像什么样子?耐心一点了(嗯)孩子你养的,你养出来就好好教育。谁叫你养的?谁叫你造孽的?造的孽就开始受( 是)人家没孩子就不要受这个罪。你生了,你就好好地去受吧,有什么办法?生出来,好好教育(是的。这个孩子以后应 该也会好起来的,对吗?)肯定的,你这么念下去,人家脑子比你还清楚呢,人家讲话出来……真的,“妈妈要掐死我” ,你这种话,以后让警察找到,他可以告你的。不要乱讲话了,你在这个法制国家,自己要懂啊,什么事情都讲法的,嘴 巴都不能乱讲。人家小孩子跑去录口供,他只要几岁以上,说“妈妈经常说掐死我”,你就叫蓄意谋杀罪,判你25年以下 ,你到监狱里去坐监吧,小孩子一个人就送到其他地方去领养了孤儿院。嘴巴不要这么乱讲,事情不要乱做,做人要好好 地努力的(嗯,我知道错了)结婚的时候开心啊,养啊养啊,养出来又不管了(师父,这个孩子是求来的,是观世音菩萨 赐的)好了,求来的还不知道?我早就跟你们说了,求来的时候求的什么心情?养出来又这么烦。跟你们说不要求,已经 跟你们讲过了,就是求来的全部都是来讨债的,因为那种善缘没了,所以他不会在你肚子里。你硬求来的只能从那些很差 的地方找一个过来,你自己还要……你们这种人就是,所以菩萨看见你们头晕啊。没有的时候,“我怎么样……”我跟多 少人讲过:“你求来的不灵的,以后讨债的。”“没关系,师父,我情愿的。”好了,出来了讨债了,“掐死他”,我看 你们一个个都没智慧,真的。好好念经吧(知道错了,师父)对孩子这样的没有办法,这是你欠的,好好还吧(好的,我 知道了,谢谢师父。我也寻思改脾气,就是这个家里气场不好,进门就容易生气。我有的时候进门之前就求菩萨慈悲我, 让我进门能够不要发脾气,不要生气)气场不好,好好地买盆花,放在家里客厅当中,多看看花,脾气会好起来,家里气 场也会好的(好的,谢谢师父)

