Wenda20181021B 19:08
Dalam membabarkan Dharma Harus Sesuai Kemampuan, Jangan Memaksakan Diri 弘法度人要量力而行
Penelepon pria: Di sekitar kami ada seorang teman se-Dharma yang sangat giat dalam membabarkan Dharma, benar-benar sangat rajin. Setiap tahun dia melakukan banyak penyebaran Dharma melalui internet dan telah menolong banyak orang. Tapi dia memiliki satu kebingungan.
Dia sudah belajar Buddhisme selama empat tahun, dan sejak setengah tahun sebelum belajar Buddhisme sampai sekarang, tubuhnya selalu merasa tidak nyaman. Dia tidak tahu apakah itu karena ada arwah asing di tubuhnya atau karena ada penunggu rumah. Kadang-kadang dia merasa sudah tidak sanggup, dan kehilangan kepercayaan diri untuk terus melangkah. Padahal dia sangat berniat baik dalam membabarkan Dharma, telah membuat banyak grup untuk membantu orang lain, terutama para pemula, agar lebih banyak orang bisa mengenal ajaran Buddha. Tetapi kondisi tubuh dan pikirannya tidak stabil—kadang baik, kadang buruk.
Master menjawab: Cukup beri dia perumpamaan saja. Kalau makan terlalu banyak, apa perut akan terasa begah dan tidak nyaman?
Penelepon pria: Ya, pasti.
Master menjawab: Begitu juga dengan dia. Dia terlalu memaksakan diri dalam membabarkan Dharma. Lambungnya (kemampuannya) ada batasnya, tapi dia tetap memaksakan diri menyelamatkan orang.
Penelepon pria: Jadi dia tidak menyesuaikan dengan kemampuannya?
Master menjawab: Bukan begitu. Pertama, dia memang memiliki banyak karma buruk sendiri, dan sedang berada dalam proses mengikis karma buruk. Coba kamu pikir: kalau lambung seseorang memang lemah, lalu dia minum obat, apakah langsung tidak sakit?
Penelepon pria: Tidak langsung sembuh, masih sakit.
Master menjawab: Kedua, kapasitas lambungnya memang hanya segitu, tapi dia mendadak ‘melahap’ terlalu banyak orang yang hendak dia tolong—apa perutnya akan nyaman? Kalau makan terlalu banyak, apakah terasa nyaman?
Penelepon pria: Tidak nyaman, malah memikul karma.
Master menjawab: Beri dia contoh begini saja, supaya dia paham. Sudah memikul karma, sudah pasti menjadi tidak nyaman. Kalau kamu tidak punya kemampuan tapi tetap menolong banyak orang, itu seperti gajimu sebulan hanya 300 yuan, tapi kamu menyumbangkan semuanya. Lalu kamu makan pakai apa? Apakah kamu akan merasa nyaman?
Penelepon pria: Paham. Jadi dalam kasus seperti ini, dia harus memperkuat pembinaan diri sendiri, dan dalam batas kemampuannya baru membabarkan Dharma?
Master menjawab: Betul. Dia terlalu memaksakan diri membabarkan Dharma, tapi tidak punya ‘cadangan’ untuk dirinya sendiri. Kamu sudah membagikan semua bahan pangan ke orang lain, tapi di rumah sendiri sudah habis, lalu bagaimana bisa membagikan lagi?
Begitu orang-orang yang sudah dibantu kembali datang meminta lagi, kamu tidak bisa kasih, dan akhirnya karma buruk akan mengikuti. Mengerti?
Kamu kalau tidak bisa menjelaskan dengan baik, cukup putarkan rekaman ini untuk dia. Jangan coba-coba menjelaskan sendiri, makin dijelaskan makin kacau—apalagi kamu sendiri belum jelas cara menjelaskannya.
Kamu harus tegas dan percaya diri menjelaskan padanya apa itu energi positif.
Penelepon pria: Baik, terima kasih atas bimbingan Master.
Wenda20181021B 19:08
弘法度人要量力而行
男听众:我们身边有位师兄弘法非常努力,特别精进,他每年都在网上做很多的法布施,度了很多人,但是他有一个困惑,他特别不理解,他学佛学了四年,从学佛半年前开始到现在一直浑身难受,他也不知道是身上要经者还是房子的要经者,有时候实在没能力,他觉得自己没信心走下去了。他度人也非常发心,也组织了很多的群,帮助大家,帮助新人,希望更多的新人能够听闻佛法。但他的状态一直不是很稳定,有时候很好,有时候就很差。
台长答:跟他打个比方就可以了。饭吃了太多,胃胀了难受吗?(会的)他这么拼命度人,他自己的胃是有限的,他拼命地度人……(他没有量力而行是吗?)不是。第一个是因为他自己本身有业障,他在消业的过程当中。我问你,就是肠胃不好的话,你一边吃药,这个胃还在痛吗?药吃下去马上就不痛了?(不会的,还是会痛)第二个,你的胃就这么大,你突然之间度很多人,你的胃会舒服吗?吃得太多会舒服吗?(不会的,会背业)跟他举例子就知道,背业了,当然不舒服了。你没这个能力,你救这么多人,你说说看,一个月拿300块工资,你把300块全布施掉了,你说你吃什么?你会舒服的?(明白了。那像他这样的话,是应该加强自修,同时再尽自己的能力去度人?)对啊,他就是拼命度人,他没有自存啊。你把粮食都发给别人了,你自己家里没粮食了,你怎么再发啊?你发不出去,那些要粮食的人吃完了又过来问你要了,业障会跟随的,明白了吗?你回答不出,你就把我这录音放给他听,你不要去解释,越解释越糟糕,像你讲话都讲不清楚的。你要理直气壮地告诉他什么叫正能量(好的,感恩师父指点)

