Shuohua20130308 10:00
Bagaimana melepaskan kemelekatan terhadap kasih sayang duniawi 如何放下世间的情执
Penelepon wanita: Master, cinta kasih di dunia manusia seringkali disertai dengan kemelekatan, khayalan, dan pembedaan. Banyak praktisi spiritual di saat-saat menjelang akhir hayat mereka tetap tidak dapat terbebas karena terikat oleh kasih sayang duniawi sehingga tidak bisa terlahir kembali ke alam yang lebih tinggi. Manusia, pada akhirnya, adalah makhluk yang memiliki perasaan. Rasa kasih antara keluarga, pasangan, dan pertemanan membuat seseorang sulit untuk melepaskan. Bagaimana caranya agar kita bisa lebih baik dalam melepaskan kemelekatan terhadap kasih sayang yang mengikat kita, dan menjadikannya sebagai kekuatan pendukung dalam jalan pembinaan spiritual kita, bukannya menjadi penghalang?
Master menjawab: Kasih pertemanan antarmanusia itu ada yang berlangsung lama, ada yang singkat; ada yang semakin pudar, ada yang semakin dalam. Dulu waktu kamu kecil, pertemanan dengan teman sebaya juga sangat erat, bukan? Sekarang ke mana semua itu? Bukankah semuanya telah kamu lepaskan? Dahulu waktu guru SD-mu sangat baik kepadamu, kamu begitu berterima kasih, bahkan rasanya ingin bersujud kepadanya. Sekarang ke mana perasaan itu?
Penelepon wanita: Sudah memudar.
Master menjawab: Benar, sudah memudar. Walaupun kita adalah makhluk yang memiliki perasaan, kita tetap harus memudarkan kasih sayang antarmakhluk yang penuh perasaan ini. Kita harus melihat dengan jernih dunia ini, karena dunia ini tidak bisa kita bawa pergi (saat meninggal dunia). Perasaan antarmanusia juga tidak bisa bertahan selamanya.
Ada seorang ayah yang berkata kepada anaknya: “Ayah sangat menyayangimu, tapi ayah harus mengirimmu jauh-jauh, supaya ketika ayah meninggal nanti, kamu tidak terlalu bersedih.” Inilah kasih sayang dari seorang ayah. Bukankah ini juga termasuk kasih keluarga? Ini adalah jenis kasih yang sudah dilepaskan—telah memudarkan kasih sayang duniawi—namun justru mengandung perasaan yang luhur.
Penelepon wanita: Benar.
Master menjawab: Guan Shi Yin Pu Sa tinggal sangat jauh dari kita, namun tetap turun ke dunia manusia untuk menyelamatkan kita, menanggung begitu banyak penderitaan. Apakah Guan Shi Yin Pu Sa tidak memiliki perasaan? Apakah memudarkan perasaan duniawi berarti kita tidak memiliki kasih sayang? Tidak.
Kadang-kadang memudarkan kasih sayang duniawi justru agar dapat menyelamatkan lebih banyak makhluk. Mengapa banyak biksu memilih untuk meninggalkan kehidupan duniawi? Karena mereka ingin lebih banyak makhluk yang mendapatkan manfaat, maka mereka mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan yang lebih besar.
Penelepon wanita: Saya mengerti, Master!
如何放下世间的情执
女听众:师父,人间的爱经常会有执着、幻想和分别,很多修行人临终的时候也是因为被人间的情执所牵绊而无法往生。人必竟是有情众生,亲情、爱情还有友情都让人难以割舍,我们如何更好地放下牵绊我们的情执,让它在修行路上由障碍变成助力呢?
台长答:人的友情有长有短,有淡有深,你小时候跟小朋友的这种友情不是也很深吗,现在到哪去了?不是割舍了吗?小学老师对你好的时候,你感恩的不得了,恨不得跪下来给他磕头,现在到哪去了?(变淡了)对了,变淡了。虽然我们是有情众生,但我们必须把友情众生变淡,我们要看穿这个世界,因为这个世界带不走,人跟人之间的感情也不能永随。有一个父亲跟自己的孩子说:“我很爱你,但我要把你送得远远的,这样等到我死的时候你才不会太伤心。”这就是父亲的慈爱,这难道不是亲情吗?这种是已经割舍的情,冲淡了人间之情,带有一种崇高的感情(是)菩萨离我们这么远,下到人间来救我们,吃这么多苦,难道菩萨没有感情吗?我们把世间人情冲淡难道就没有感情了吗?有时候冲淡人情是为了救度更多的众生。很多法师为什么出家?他们为了让更多的众生获益,所以牺牲小我,成全大我(明白,师父!)

