Guan Shi Yin Pu Sa dan tubuh Dharma Master memberi wejangan 观世音菩萨的开示和台长法身的开示

Wenda20170212B  26:18  

Guan Shi Yin Pu Sa dan tubuh Dharma Master memberi wejangan 观世音菩萨的开示和台长法身的开示

Penelepon pria: Master, ada seorang teman se-Dharma yang mengalami beberapa rintangan dalam belajar Buddha dan menyebarkan Dharma. Belakangan ini dia sangat menderita batinnya. Saat menyalakan dupa di depan altar Buddha, dia menangis tersedu-sedu dan mencurahkan semua isi hatinya kepada Guan Shi Yin Pu Sa.

Tiba-tiba dia melihat Guan Shi Yin Pu Sa dan tubuh Dharma Master datang. Guan Shi Yin Pu Sa dan tubuh Dharma Master mengatakan beberapa kalimat kepadanya yang membuatnya terharu hingga meneteskan air mata. Ketika Guan Shi Yin Pu Sa dan tubuh Dharma Master berbicara, hatinya dipenuhi energi positif, semangat batinnya benar-benar bangkit, dan dia tidak lagi begitu terpuruk.

Master, saya akan membacakannya kepada Anda.

Guan Shi Yin Pu Sa berkata:

“Kesempatan untuk melakukan jasa kebajikan sebenarnya sangat banyak, tetapi apakah seseorang dapat terus bertahan melakukannya adalah hal yang berbeda. Hanya dengan kekuatan ikrar seseorang dapat bertahan. Kekuatan ikrar lebih besar daripada segalanya dan dapat membawa pada kesempurnaan.

Di dunia manusia, apa pun yang dilakukan pasti akan menemui kesulitan dan rintangan. Namun, jangan karena ada rintangan lalu mudah menyerah. Keberhasilan bukan hanya bergantung pada welas asih Pu Sa yang menyempurnakan kalian, tetapi lebih bergantung pada kekuatan ikrar kalian sendiri untuk menyempurnakan diri.

Untuk berhasil melakukan suatu hal, pertama-tama kalian harus percaya bahwa kalian bisa berhasil. Kekuatan ikrar berada di depan, Dharma yang menakjubkan berada di tengah.

Sikap hati dalam membina hati dan membina diri serta hasil akhirnya adalah suatu gaya aksi dan reaksi, seperti sebuah cermin. Cermin dapat memantulkan wajah tersenyum dan sisi yang indah, tetapi juga dapat memantulkan wajah sedih dan sisi penderitaan. Semua tergantung bagaimana kalian memandangnya.

Satu pikiran baik muncul, seratus penyakit lenyap. Satu pikiran jahat muncul, seratus penyakit timbul.

Mengenai rintangan dalam belajar Buddha dan menyebarkan Dharma, waktu akan membuktikan segalanya. Waktu akan mengendapkan bentuk asli dari suatu peristiwa, dan waktu juga akan memperlihatkan watak asli seseorang.

Semakin tinggi kebijaksanaan, semakin tinggi tingkat pencapaian batin, dan semakin besar jasa kebajikan seseorang, maka semakin besar pula gangguan iblis yang dihadapinya.

Jika penjelasan tidak dapat menyelesaikan masalah apa pun, maka lepaskanlah dan diamlah.”

Tubuh Dharma Master berkata:

“Muridku, kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lalu harus kita sesali dengan sungguh-sungguh. Sebenarnya Master tidak apa-apa, saya tidak masalah. Karena Master kuat dan apa yang saya lakukan adalah benar. Tetapi Master merasa sedih melihat teman-teman Buddhis ini, mengetahui bahwa kalian semua sedang menderita.

Master juga setiap hari memohon di hadapan Guan Shi Yin Pu Sa agar kalian mengalami lebih sedikit penderitaan. Tetapi di dunia manusia memang tidak mudah. Ada orang-orang yang hatinya sangat jahat. Teman-teman Buddhis kita welas asih dan baik hati, mati-matian menyelamatkan orang, tetapi banyak orang tidak memahami mereka, malah mati-matian menekan dan melukai mereka.

Namun penderitaan di dunia manusia ini juga adalah sesuatu yang harus kita tanggung. Ini juga merupakan ujian terhadap hati Dharma kita. Saat ini justru adalah waktu untuk membina diri. Ada penderitaan yang memang harus kita alami, ada kesulitan yang memang harus kita lewati.

Apa pun keadaannya, kita harus menyerahkan hati yang bersih dan jiwa yang murni ini kepada Guan Shi Yin Pu Sa. Kita membina diri dengan jujur dan tulus. Tidak peduli seberapa banyak yang harus kita tanggung, kita tidak menyerang orang lain dan terlebih lagi tidak melukai orang lain.

Bahkan jika kita telah disakiti, suatu hari nanti ketika orang-orang yang menyakiti kita juga mengalami penderitaan dan kemalangan, kita tetap harus menyeberangkan mereka.

Master berharap dirinya setiap saat dapat belajar welas asih Guan Shi Yin Pu Sa. Misi saya adalah menyeberangkan kalian dari pantai ini menuju pantai seberang.”

Master menjawab: Lihatlah, bukankah sangat baik? Saya sudah mengatakan kepada kalian bahwa sekarang tubuh Dharma Master benar-benar sangat luar biasa. Karena di siaran radio… acara Dharma sekarang lebih sedikit, jadi terkadang hanya bisa melalui tubuh Dharma untuk menyampaikan sebagian tingkat pencapaian Buddha kepada semua orang. Ini juga merupakan salah satu cara menyebarkan Dharma.

Manusia tidak dapat mengingat begitu banyak hal. Hanya jika diberi suatu energi, mereka baru bisa mengingatnya.

Penelepon pria: Benar, dia bahkan mencatat semuanya. Master, Anda mengatakan misi Anda adalah menyeberangkan kami dari pantai ini ke pantai seberang. Apa yang dimaksud dengan pantai ini dan pantai seberang?

Master menjawab: Belajar sampai hari ini, masih tidak tahu apa itu “pantai ini” dan “pantai seberang”? Hahaha.

Penelepon pria: Tahu, tetapi ingin mendengar penjelasan Master.

Master menjawab: “Pantai ini” adalah dunia manusia. “Pantai seberang” adalah terbebas dari enam alam tumimbal lahir, yaitu bagaimana dari alam manusia masuk ke alam surga, melampaui alam surga dan memasuki Empat Alam Suci. Proses inilah yang disebut dari pantai ini menuju pantai seberang.

Sekarang kita berada di pantai ini, penuh dengan lima nafsu dan enam debu duniawi, sangat menderita. Lima skandha berkobar seperti api yang membakar. Bukankah dunia manusia seperti tungku api?

Nafsu keinginan membakar kalian sehingga sepanjang hari ingin ini dan itu, terus gelisah, tidak bahagia, dan penuh kerisauan.

Penelepon pria: Benar-benar lautan nafsu keinginan.

Master menjawab: Lautan nafsu! Ingin membeli barang tetapi tidak mampu, ingin membeli rumah tetapi tidak mampu, mati-matian bekerja lalu menderita, kemudian mudah marah, api hati berkobar, bahkan makan pun harus makan hotpot.

Penelepon pria: Master, Pu Sa berkata: “Waktu akan membuktikan segalanya. Waktu akan mengendapkan bentuk asli dari suatu peristiwa dan memperlihatkan watak asli seseorang.” Di dunia manusia juga ada pepatah “waktu membuktikan segalanya”. Mohon Master memberi wejangan tentang pentingnya “waktu” dalam belajar Buddha dan membina hati.

Master menjawab: Waktu itu disebut saatnya tiba. Jika waktunya belum tiba, tentu Anda masih menderita. Begitu waktunya tiba, Anda akan terbebas.

Misalnya, Anda orang baik tetapi difitnah. Ketika waktunya tiba, Anda akan terbebas. Jika Anda orang jahat, ketika waktunya tiba, Anda akan ditangkap.

Saya mendengar sebuah berita, ada seorang kepala vihara yang akhirnya ditangkap. Ternyata 16 tahun lalu dia adalah seorang pembunuh. Ada berita seperti itu, bukan?

Penelepon pria: Ada.

Master menjawab: Karena waktunya sudah tiba. Jika dia benar-benar bertobat dengan tulus dan sungguh-sungguh memperbaiki diri, akhirnya dia tidak akan mengalami masalah. Tetapi dia pasti mengira semuanya sudah berlalu. Saya beri tahu Anda, suatu hari pasti ada orang yang mengenalinya.

Penelepon pria: Master, apakah bisa dikatakan begini? Jika dia sebagai kepala vihara benar-benar bertobat dengan tulus dan menyeberangkan orang yang dia bunuh, maka masalah besar itu bisa diuraikan menjadi kecil, masalah kecil menjadi tiada. Tetapi dia tidak melakukannya.

Master menjawab: Benar. Mungkin setelah menjadi kepala vihara dia merasa dirinya hebat, lalu mulai berbuat jahat lagi, sifat buruknya muncul kembali. Saya beri tahu Anda, balasan karmanya langsung muncul.

Penelepon pria: Apakah orang yang dia bunuh itu melapor kepada Raja Yama, lalu Raja Yama mengatur agar dunia manusia menyelidikinya? Apakah begitu?

Master menjawab: Benar. Raja Yama dapat melihat semuanya. Hanya saja ketika dia tiba-tiba belajar Buddha, jasa kebajikannya bisa menutupi banyak karma buruk, sehingga dia diberi waktu beberapa tahun untuk diamati. Tetapi karena dia tidak benar-benar membina diri, akhirnya dia mengalami masalah.

Jika dia benar-benar terus melafalkan paritta, menghapus karma, dan sungguh-sungguh membina diri hingga menjadi semakin baik, mungkin masalah itu bisa lenyap.

Dari sudut pandang dunia manusia, membunuh harus dibayar dengan nyawa, jadi bagaimana bisa lenyap? Karena jasa kebajikannya telah mengimbangi nyawa yang dia ambil. Begitu sudah terimbangi, bahkan keluarga almarhum juga akan menjadi lebih baik. Mengapa? Karena jasa kebajikannya diberikan kepada arwah tersebut. Jika arwah itu naik ke alam surga, keluarganya pun akan memperoleh perlindungan dan berkah.

Penelepon pria: Bagaimana memahami bahwa arwah yang naik ke surga bisa memberkahi keluarganya?

Master menjawab: Karena jasa kebajikan seorang biksu sangat besar. Jika dia benar-benar meninggalkan kehidupan rumah tangga dan melakukan banyak jasa kebajikan, tentu dia dapat menghapus sebagian karma buruk besar.

Menghapus karma bergantung pada apa? Bergantung pada jasa kebajikan. Orang yang dibunuhnya itu pasti memiliki jalinan jodoh dengannya di kehidupan lampau, mungkin juga berutang kepadanya. Tetapi karena karma buruk yang dia ciptakan di kehidupan ini, akhirnya terbentuk buah karma buruk tersebut.

Jika dia terus-menerus melakukan jasa kebajikan, perlahan-lahan masalah itu akan diuraikan. Setelah arwah itu diseberangkan, mungkin dia akan naik ke surga.

Jika satu orang naik ke surga, keluarga yang masih berada di dunia manusia akan menjadi tanpa halangan. Tanpa halangan, hidup mereka akan menjadi lancar. Semua ini saling berkaitan dan saling mendukung.

Penelepon pria: Saya masih belum mengerti. Misalnya orang yang dia bunuh berutang satu nyawa kepadanya di kehidupan lampau, lalu di kehidupan ini dia membunuhnya. Apakah itu bisa dianggap lunas?

Master menjawab: Apa maksud “lunas”? Jika di kehidupan lampau dia berutang kepada Anda, lalu di kehidupan ini dia datang untuk membayarnya, tetapi Anda tetap mengambil nyawanya, bukankah Anda menciptakan karma baru dan kembali berutang kepadanya?

Apa arti benar-benar “selesai”? Dia berutang kepada Anda dan datang membayar di kehidupan ini, tetapi Anda tidak memintanya membayar, maka semuanya selesai.

Karena itu banyak pria, ketika ada wanita yang menyukainya, merasa dirinya mengambil keuntungan karena wanita itu datang sendiri. Padahal mungkin di kehidupan lampau wanita itu berutang kepadanya dan di kehidupan ini datang untuk membayar. Tetapi begitu dia menyentuh wanita itu, benih karma buruk baru kembali tercipta dan dia kembali berutang padanya. Inilah yang disebut “balas dendam dan hutang karma yang tidak pernah berakhir”. Mengerti?

Penelepon pria: Mengerti. Master, sebagai orang yang belajar Buddha kita harus “menguraikan balas dendam dan hutang karma dalam kehidupan ini”, benar?

Master menjawab: “Jangan lagi saling membalas.” Mengapa? Karena sudah diuraikan.

Penelepon pria: Master, pada tahap awal membina hati kita akan menghadapi gangguan iblis dan rintangan. Mengapa semakin tinggi kebijaksanaan, tingkat pencapaian batin, dan jasa kebajikan seseorang, maka semakin besar pula gangguan iblis yang dihadapinya?

Master menjawab: Contoh sederhana, semakin baik pekerjaan Anda, bukankah tekanan juga semakin besar?

Penelepon pria: Benar.

Master menjawab: Jika Anda hanya pekerja biasa, siapa yang iri pada Anda? Tidak ada. Tetapi jika Anda menjadi pekerja teladan atau kepala bagian, bukankah semakin banyak orang iri pada Anda?

Begitu pula dalam hal gangguan iblis. Semakin baik pembinaan diri Anda, semakin besar tekanan lingkungan terhadap Anda.

Penelepon pria: Mengerti. Ada penderitaan yang memang harus kita alami dan ada kesulitan yang memang harus kita lewati. Saat menghadapi rintangan dan kesulitan, selain menggertakkan gigi untuk menanggung dan bersabar, apakah ada cara lain yang lebih baik, Master?

Master menjawab: Banyak cara yang baik. Menghindar saja, sederhana sekali. Untuk apa menggertakkan gigi? Banyak orang memilih menyepi sementara waktu atau pergi ke pegunungan.

Penelepon pria: Mengerti.

Master menjawab: Banyak pasangan suami istri bertengkar hebat tetapi tetap memaksa tinggal bersama dan bertengkar setiap hari. Jika tahu tinggal bersama hanya membuat bertengkar terus, lebih baik pulang ke rumah orang tua dulu untuk sementara. Setelah keadaan membaik baru kembali. Zaman dahulu juga begitu.

Penelepon pria: Benar. “Mana istrimu?” “Pulang ke rumah orang tuanya.”

Master menjawab: Benar, pulang ke rumah orang tua. Tinggal sementara di sana sebenarnya karena sudah tidak tahan dengan temperamen suaminya.

Penelepon pria: Benar.

Master menjawab: Banyak wanita setelah punya suami bahkan melupakan rumah orang tuanya. Begitu ada masalah, sampai tidak punya tempat untuk kembali. Wanita seperti itu berpandangan sempit.

Penelepon pria: Kami benar-benar tidak memiliki keluasan hati seperti Anda. Anda mengatakan kalimat ini: “Bahkan jika kita telah disakiti, suatu hari ketika orang-orang yang menyakiti kita mengalami penderitaan dan kemalangan, kita tetap harus menyeberangkan mereka.”

Master menjawab: Tetap harus menyeberangkan mereka. Itu bukan karena persoalan dendam pribadi, tetapi karena Anda memiliki semangat Pu Sa dan welas asih untuk menyelamatkan semua makhluk. Karena itu Anda akan menggunakan welas asih untuk menyeberangkan mereka. Bukan berarti Anda sudah melampaui jalinan jodoh buruk di antara kalian berdua.

Penelepon pria: Saya merasa saya tidak mampu melakukannya.

Master menjawab: Walaupun tidak mampu, tetap harus dilakukan. Karena jika ingin menjadi Pu Sa, maka harus melakukannya.

Penelepon pria: Mengerti. Terima kasih Master atas wejangan welas asihnya.

https://xlch.org/index.php?a=shows&catid=105&id=26132&t=1780063415705

wenda20170212B  26:18  

观世音菩萨的开示和台长法身的开示

女听众:师父,弟子接着再分享观世音菩萨和师父的另一段开示(因为现在是末法时期,天时比较紧,所以现在菩萨都下来直接跟我们讲,让我们要弘扬正法,让我们要破除心中的芥蒂,那些业障要赶快去除,所以这么多菩萨才会下来)感恩师父,感恩观世音菩萨。师父,接着弟子再分享观世音菩萨和师父您的开示,前边是观世音菩萨开示的,后边是师父法身开示的。开示是这样讲的:“我今为你授法,修行的圆觉之道。佛菩萨大都以证得正觉,乃至无上正等正觉的佛果,可永不灭定,或有所涅槃。在世人修习佛法:一、不可执著;二、不起攀缘;三、忌无明;四、需懂随缘无碍的真理。世间一切假象和合而生,唯有空性,不生不灭的真理。世人多以执著修行,而非修行,修行乃是返璞归真,洗涤心灵的尘垢,离开五浊恶世,不染尘缘,时刻起生灭定心,不染尘缘而修梵行。需懂世间无常,皆有因缘定数,不可违逆。众佛子应速速提升境界,真正地入世出尘入世间救度众生,而不染尘缘挂碍。很多人名以修成正觉[菩萨解释说,发愿修成正觉,一世修成],却日日执著于空相而不自拔,为家庭、为孩子、为工作、为名为利,心离本体,欲念和合必成挂碍、业障,依此欲再修也难出六道轮回,不堕三恶道已是大善。我见诸位佛子参等不齐,你师父为救普罗大众,即使分身乏术,也难顾及诸多佛友,即便法身千万,也难抵肉身人间。为此,为师便借此因缘与你说法,待你广而告之:欲成正觉,乃至无上正等正觉,需放下一切人间利益得失,升起救度普罗大众,誓成正觉的广大无碍圆满之心,方能离相,渐入正觉的无上佛果;心若有丝毫所执著得失,必难入真正的修行之道。为师也是无奈,为师总不能人人都讲法说法,个人因缘果报不齐,根基悟性福德有别,为师也只能法眼世间,欲得与我有无上甚深因缘的佛子加以点化,代为师和你师父一起入世救众。如今末法末劫,修行的人多,执著的人多,真正入世成道的少之又少。念你这次务必广而告之:欲成正觉、无上正等正觉的佛子,必先苦其心志,劳其筋骨,行常人所不能行,忍常人所不能忍,须知‘吾有大患,唯吾有身’。既相出离,心念合一,破尘缘,悟真理,入定正觉,和合之道,为师必定加持。凡发心誓成正觉乃至无上正等正觉的佛子,为师必定弥补人间所失,保平安吉祥,化千古恩怨,唯使早消业障,内心光明无量,大放光明。待为师与你师父誓度众生,为师必定亲来接引,往生善道,乃至成就正觉、无上正等正觉的佛果。末法末劫,欲成就正果,必先成为人间菩萨,表法众生,持戒严明,为师既念诸佛菩萨护法加持护佑。为师必助你们广度有缘,化解恶缘,利益有缘,调及过去生中所累积的福报善德,在这一世功成圆满,修成正果。唯不诚、不持戒、怕吃苦、非光明、念名利、碍尘缘、起挂碍、非真信、恶语、两舌、诽谤,而不能成就正觉正果。若依我所受持戒律修行,依你师父正信的法门修持大乘佛法,广度众生,无有不成,必成正觉,必得正果。佛菩萨不打妄语,为师更不会妄言。诸佛子世间修行,切记莫起攀缘比较之心,个人因缘使命早有定数,乃累世修行所得,愿力不可违,不可只看一世之因缘。多少人执著外相,就是你们师父他也是经历了多少劫生生世世的修行,才有他今天的法身无数,功德身。早修正道,勿攀尘缘,成就正果才是正道。为师盼你们诸位佛子凯旋,海会。”随即,弟子心中合掌顶礼南无大慈大悲观世音菩萨摩诃萨,依次合掌顶礼南无关帝菩萨、周仓菩萨、关平菩萨摩诃萨,顶礼龙天护法金刚菩萨摩诃萨。并知道,在观世音菩萨为之授法之时,周围皆有龙天护法金刚菩萨护持,倾听,为首的为南无关帝菩萨和周仓菩萨、关平菩萨。感恩观世音菩萨,感恩师父。这个,弟子当时觉得是观世音菩萨讲的,请师父您开示一下(是的,是真的,你刚刚在讲的时候我已经问过了,是真的)感恩师父,感恩观世音菩萨(你是观世音菩萨过去的一个小童子。菩萨很谦虚,老说你是她的弟子,实际上你是一个小童子)感恩师父,师父过去也跟弟子这样说过的。弟子一定好好清修,跟着师父救度众生。然后师父法身继续开示:“心离体相,背尘合觉。大度能度堪为广度,大悲无我方为正觉。即心即佛,舍我其谁。欲成正觉,舍其忘我。我为说法,法身亦同。”这是师父您讲的,请师父开示一下。

台长答:其实菩萨已经讲得很清楚了。如果很多人丢失了人间,不好好修,以正法为虚法,就是虚幻的,那你这个人就是离开了正法,走入虚幻之中。实际上一个人要离开虚幻的世界,才能得到真空。“空”是什么呢?空就是能够悟,悟才能空,所以孙悟空就是“悟空”,就是这个道理。师父讲的实际上也就是在补充,跟着观世音菩萨更多地在解释这些问题。师父是不好意思,因为我是讲白话佛法,观世音菩萨讲的都是文言文,基本上属于半文言文……(感恩观世音菩萨和师父)但是师父后来也跟着观世音菩萨弄两句文言文,实际上这几句话就是鼓励大家要精进修行,时不待人啊,时间不等人啊(感恩师父慈悲。师父您有时候开示也是这种文言文的方式)就是啊。

Artikel yang Direkomendasikan