Pikiran Tidak Meninggalkan Semua Makhluk 念念不离众生

Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Taipei – Taiwan, 03 Oktober 2016

Pikiran Tidak Meninggalkan Semua Makhluk

Ada seorang guru Zen Wu Xiang, dia sangat bijaksana. Dia sering haus saat “xing jiao”– berjalan. “Xing jiao”– berjalan adalah yang kita bilang berjalan kaki. Bahasa Cina klasik masa lalu menyebutnya “xing jiao”–berjalan. Dia bertemu dengan seorang pemuda yang sedang menginjak kincir air di dalam kolam. Guru Zen Wu Xiang pergi bertanya kepadanya, “Mohon Anda berikan saya segelas air minum. Mulut saya sedikit kering.”

Pemuda sangat iri dan berkata, “Guru, jika suatu hari saya melihat melampaui dunia fana, saya pasti akan menjadi seorang biksu dan menekuni ajaran seperti Anda. Tetapi setelah saya menjadi biksu, saya tidak ingin hidup tanpa tempat tinggal seperti Anda. Berjalan ke mana-mana, yaitu berpergian ke mana-mana. Saya akan mencari sebuah tempat untuk hidup menyendiri. Berlatih meditasi dengan baik dan tidak keluar lagi.”

Pada saat itu, guru Zen tertawa. Dia berkata, “Oh, kapan kamu akan melihat melampaui dunia fana?”

Pemuda menjawab, “Di generasi kami ini, hanya saya yang paling mengerti kinerja kincir air. Seluruh warga mengandalkan sumber air utama ini untuk minum. Jika menemukan seseorang yang dapat menggantikan saya untuk menjaga sumber air ini, saya tidak memiliki kekhawatiran, saya bisa menemukan jalan untuk diri sendiri, melihat melampaui dunia fana dan menjadi biksu.

Guru Zen Wu Xiang berkata  “Oh, kamu paling mengerti kincir air. Mohon beri tahu saya, jika semua kincir air terendam dalam air, atau semuanya keluar dari permukaan air, apa yang akan terjadi?

Pemuda ini berkata, “Jika semua kincir air terendam dalam air, tidak hanya tidak dapat bergerak, tetapi juga akan hanyut terbawa arus. Kincir air yang keluar dari permukaan air sama sekali tidak dapat menggerakkan air.”

Guru Zen Wu Xiang tertawa dan berkata, “Tahukah kamu? Hubungan antara kincir air dan aliran air telah menjelaskan hubungan antar manusia di dunia. Jika seseorang sepenuhnya terlibat dalam dunia, dia pasti akan terbawa oleh arus lima keinginan dan enam kekotoran duniawi. Jika dia benar-benar keluar keduniawian dan menyombongkan diri, maka kehidupannya adalah mengambang tanpa akar. Berputar tetapi tidak bergerak maju, sama seperti kincir yang tanpa air.”

Pemuda ini berkata dengan gembira setelah mendengarnya, “Guru, perkataan Anda membuat saya tersadarkan, menghilangkan ketersesatan dan memperoleh pencerahan.:

Cerita ini memberi tahu semua orang, setelah menjadi seorang biksu, jangan lupa bahwa kita semua adalah makhluk hidup. Setelah menjadi seorang Bodhisattva, jangan lupa bahwa kita adalah makhluk yang tersadarkan. Hari ini, kita tidak menjadi biksu, kita juga harus berjalan dengan baik menuju ke arah untuk menjadi biksu. Jika kita telah menjadi biksu, kita juga harus kembali ke Alam Manusia untuk menyelamatkan semua makhluk dengan lebih baik.”

Konfusius berkata tentang jalan tengah. Jangan ekstrim dalam berperilaku dan bertindak. Orang awam harus meneladani pencerahan dari para biksu. Para biksu harus meneladani Bodhisattva untuk banyak menyelamatkan makhluk yang berjodoh. Menjadi biksu adalah meninggalkan keluarga kecil dan memasuki keluarga besar. Umat awam harus meneladani para biksu, menaati sila dan tekun membina diri. Melihat melampaui fana dalam dunia fana. Membebaskan diri dari dunia fana.

 

【念念不离众生】

台湾台北《世界佛友见面会》2016年10月3日

有一位无相禅师,他非常有智慧,他经常在行脚时感到口渴(行脚就是我们说走路,过去的文言文叫“行脚”)。遇到一名青年,在池塘里踩水车,这个无相禅师就上去问他:“哎,请您给我一杯水喝,我的嘴巴有点干了。”青年人非常羡慕地说:“禅师,如果有一天我看破红尘,我一定跟你一样出家学道。不过我出家之后,我不想跟你一样居无定所,到处去行脚(就是到处去游脚),我会找到一个地方隐居,好好地参禅打坐,不再抛头露面。”这个时候禅师哈哈大笑,他说:“哦,那你什么时候会看破红尘呢?”青年人答道说:“在我们这一代,就数我最了解水车的性能了,全村的人喝水都靠这个为主要的水源,如果找到一个能接替我照顾水源的人,我没有牵绊,我可以找出自己的路,看破红尘出家了。”无相禅师说:“哦,那你最了解水车,请你告诉我,如果水车全部浸在水里,或完全离开水面,又会怎么样呢?”这个青年说:“如果水车全部浸在水里,不但无法转动,甚至会被激流冲走,完全离开水面的水车根本上不了水。”无相禅师这才哈哈大笑说:“你知道吗?水车与水流的关系已经说明了我们人世间的关系。如果一个人完全入世众生江湖,难免会被五欲六尘潮流冲走;假如纯然出世,自命清高,则人生必是漂浮无根,空转不前得像没水的车一样。”青年人听后欢喜不已地说:“禅师,你的一番话让我醍醐灌顶,破迷开悟啊!”

这个故事就是告诉大家:出家了,不忘我们是众生;是菩萨了,不忘我们是众生开悟之人。今天我们不出家,我们要朝着出家的方向好好走;我们出家了,也要回到人间来,更好地救度众生啊!

孔老夫子讲过中庸之道,做人做事不可偏激,凡人要学出家人的开悟,出家人要学菩萨的广度有缘。出家是离开小家,进入大家;在家居士要学出家人,守戒勤修,在红尘中看破红尘,在凡尘中要脱离凡尘啊!

Artikel yang Direkomendasikan